Relawan GKI Kajadu Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Pelatihan Vertikal Rescue dan BHD Kemenkes RI

Jakarta – Potretkeadilan com – Pelatihan Vertical Rescue dan BHD Kemenkes RI
Komitmen memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas terus diwujudkan oleh Tim Tanggap Bencana GKI (EDR) Kajadu. Melalui kegiatan Pelatihan, Simulasi, dan Praktik Tanggap Bencana, EDR Kajadu membekali para relawan dengan kemampuan teknis penyelamatan berisiko tinggi melalui tema “Pelatihan Penanganan Kedaruratan Kebencanaan dengan Metode Vertical Rescue bagi Tim GKI (Gerakan Kemanusiaan Indonesia)

Kajadu dan Relawan Jemaat yang Tersertifikasi BHD Kemenkes RI.”
Pelatihan ini diikuti oleh personel Tim GKI (EDR) Kajadu dan relawan jemaat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi kondisi darurat kebencanaan, khususnya pada skenario penyelamatan korban dari ketinggian dan ruang sempit.
Koordinator Pelatihan EDR Kajadu, Ishak Hatorangan, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.

“Relawan tidak hanya dituntut memiliki kepedulian, tetapi juga keterampilan teknis yang terukur. Melalui pelatihan Vertical Rescue yang terintegrasi dengan BHD Kemenkes RI, peserta dipersiapkan agar mampu bertindak cepat, tepat, dan aman dalam situasi darurat yang berisiko tinggi,” ujarnya.
Secara umum, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel Tim Tanggap Bencana GKI Kajadu dalam memberikan pertolongan hidup dasar pada kondisi kegawatdaruratan medis dan kebencanaan, sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Tujuan khusus pelatihan meliputi pemahaman prinsip Vertical Rescue, penggunaan alat-alat penyelamatan vertikal, teknik naik-turun dari ketinggian, penerapan Bantuan Hidup Dasar, serta simulasi penyelamatan korban secara langsung dari lantai atas bangunan dan ruang terbatas (confined space).
Pnt Pendamping BPMK Aldy Nainggolan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari panggilan gereja dalam pelayanan kemanusiaan.

“Gereja hadir bukan hanya dalam pelayanan rohani, tetapi juga dalam kesiapsiagaan dan aksi kemanusiaan. Pelatihan ini menjadi wujud nyata kepedulian gereja untuk membangun jemaat yang tangguh, siap menolong, dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak dalam situasi bencana,” ungkapnya.

Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan teori, simulasi, dan praktik lapangan, sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung dalam penanganan korban. Dalam sesi praktik, peserta dilatih bekerja secara tim, mengutamakan keselamatan diri dan korban, serta menerapkan standar operasional penyelamatan.

Sementara itu pak Isnanto dan Dodi Heryanto Instruktur Kemenkes dan Fasilitator BPBD Tangsel menekankan pentingnya disiplin prosedur dalam setiap proses penyelamatan.
“Vertical Rescue memiliki risiko tinggi. Karena itu, setiap langkah harus mengikuti prosedur yang benar, mulai dari pengecekan alat, komunikasi tim, hingga stabilisasi korban. Melalui latihan berulang, relawan diharapkan memiliki refleks dan kesiapan mental saat menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya,” jelasnya.

Di akhir Kegiatan, Frans Herry sebagai PIC Program EDR menekankan pentingnya tindak lanjut Pasca Pelatihan.
Tim EDR KAJADU kedepan akan bertransformasi menjadi Tim Relawan Gerakan Kemanusiaan Indonesia (TIM GKI), secara keorganisasian perlu ditingkatkan melalui Kerjasama dan pengembangan fasilitas pendukung sarana bantuan kemanusiaan” tandasnya.

Pnt Tuti dan kak Marry Simanjuntak, sebagai PIC relawan menyampaikan pentingnya kegiatan pelatihan ini sebagai sebuah sarana para relawan gereja yang semakin terlatih, dan siap melayani, sekaligus memperkuat peran gereja dalam mendukung penanggulangan bencana berbasis komunitas dan kemanusiaan.

By TY

You cannot copy content of this page