Depok – Potretkeadilan com- Proyek penataan kali cabang tengah, yang namanya sering disebut secawan, penataan proyek tahap dua dikerjakan pada tahun 2024. Seiringnya waktu berjalan, trotoar jalan raya sawangan, telah robo kekali, awal tahun 2026 “sehingga ada opini dari publik bahwa proyek tersebut disinyalir proyek gagal, “sehingga perlu adanya audit BPK dan Investigatif semua proyek secawan Depok dari tahap pertama dan tahap dua
Proyek trotoar jalan raya Sawangan yang termasuk dalam pekerjaan proyek pembangunan Penataan Kali Cabang Tengah (KCT) di sekitar Simpang Sengon (Lanjutan) atau yang disebut Secawan 2 pada tahun 2024, kini kondisinya mengalami pergeseran ke arah KCT, lantaran turap existing amblas.

Ambruknya trotoar Secawan dari Jalan Raya Sawangan ke KCT itu, akibat adanya pergeseran pada turap existing (lama). Yang ironis lagi pagar trotoar tersebut sebahagian tidak ada, melihat kondisi pagar yang nggak ada menjadi pertanyaan siapa yang bawa ?
Saat ini sudah dipasang rambu pembatas dan menutup trotoar dengan terpal warna biru, agar tidak dilewati pejalan kaki. Melihat kondisi trotoar yang hampir ambruk perlu penangan yang serius
“Diduga kondisi turap yang lama sudah tidak kuat untuk menahan beban, sehingga adanya pergeseran, mengakibatkan trotoarnya ikut bergeser

Anggaran yang digunakan secara keselurahan menelan anggaran kurang lebih 30 Milyar, untuk Secawan tahap (1) tahun anggaran . 2023 dan tahap (2) tahun anggaran . 2024, mulai dari proyek pekerjaan konsultan perencana, konsultan supervisi dan pelaksana fisiknya.
Proyek pembangunan Secawan Depok tahap 1 yang dikerjakan oleh CV. Zimico Utama. Publik menilai kondisi trotoar yang dibangun pada tahap satu berpotensi bergeser. Pasalnya, pembangunan trotoar Secawan tahap 1 diatas turap existing. “Sehingga, ada indikasi akan terjadinya gagal konstruksi.
Pembangunan Secawan tahap 1 dan 2, total biaya seluruhnya kurang lebih 30M, termasuk konsultan dan fisiknya, perlu penangan yang serius agar tidak sia-sia uang rakyat.
Diketahui, Pembangunan Taman Secawan (Sungai Elok Cantik dan Menawan) Tahap 2 di Kota Depok dikerjakan pada tahun 2024. Proyek itu resmi selesai dan diresmikan pada Februari 2025.
Proyek Secawan tahap 2 tahun 2024 dikerjakan oleh CV Firaz Adirajasa sebesar Rp. 9.786.535.210,00., untuk menata kawasan pinggir sungai menjadi ruang publik, pusat UMKM, kuliner, serta edukasi ikan hias.
Proyek ini diharapkan dapat mendukung penataan lingkungan, sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil di Kota Depok dan menjadi destinasi wisata keluarga dan sentra ekonomi baru.
Sementara pembangunan Secawan tahap 1 yang dikerjakan oleh CV Zimico Utama, menelan biaya anggaran APBD Depok sebesar Rp13.5 miliar.
Taman Secawan tahap 1 resmi dibuka pada 28 Desember 2023 oleh Wali Kota Mohammad Idris. Proyek tahap pertama ini, menata kawasan tepi sungai untuk meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan fungsi kawasan.
Saat ini mulai diperbincangkan di publik, “bahwa pemerintah akan menggelontorkan dana dikisaran 1 Miliar rupiah untuk pembenahan trotoar yang telah ambruk, melalui anggaran biaya tak terduga (BTT), lagi-lagi uang rakyat dipertaruhkan
Ambruknya trotoar kekali cabang tengah karena bergesenya turap yang lama sebagai penahan existing, “sehinggaTimbul pertanyaan dari publik, bagaimana saat perencanaan penataan kali cabang tengah (KCT) tahap dua?, turap yang sudah lapuk sebagai penahan existing termasuk didalam perencanaan secawan tahap dua tersebut, apa tidak?(team/red)
